Journal of My Daily Life An ordinary girl with extraordinary mind!

Sabtu, 02 Januari 2016

Say Something?

Say Something? #EmmasJournal

 Ps :

This post was made for a friend of mine to whom I share my lil bit hint of my lovelife story


                      I had no idea on how  I reflected my 30 days experiences, so I promised you to make it as a story. But, when I was about write them down, I didn’t find any story plots that could describe best, this thing. So, apologize me, I would write this as same as when I wrote my diary (or I called it Journals). I will call myself Emma and call my crush Seth.  And yeah, I changed some names to keep it secret.
                      30 days weren’t that long and not that short too. So many events, that I’ve been through and it was not easy to write them down all. So, I would pin some events ―that I thought it was important― to make it more systematical. Oh, and one thing again, because of my damn phone ―I kept my journals there―, I might pass some events. But I would add them later if I could remember them.
                      Here you are, I hope you’ve got the substances, and.. believe me ―I feel blessed to have a sharing friend like you. :) Sorry for late post.




                           Playlists : A Great Big World – Say Something




Pernahkah Kau Berpikir Kemana Hidup Akan Membawamu?

Pernahkah Kau Berpikir Kemana Hidup Akan Membawamu?

 

 A/N :

Ini adalah sekelumit pikiran yang berhasil aku terjemahkan dalam kata-kata. Aku harus publish sebagai pengingat. Aku nggak berharap ada yang baca, aku hanya mikir bagus kok buat dibaca orang, kalo kau pernah ngerasa bingung, kita bisa sharing. Tapi, karena aku pikir beberapa bagiannya sangat sensitif, lebih baik kau bisa bahasa Inggris, jika memang penasaran, karena aku tidak akan menuliskan terjemahannya. Don't ever grammarly read this, because I messed them. Beside, this my fucking journal not that damn English-class.




Have you thought about what your life leads into?
Have you planned how your life will be?
Have you built the dream you used to dream when you were child?

Have you done them?


Writer's Blocks

Writer's Blocks



Derita Para Penulis



Halloo, ketemu lagi sama makhluk paling aneh sedunia yaitu gue :'v Don't mind my language, guys. Gue emang gak konsisten soal nyebut diri sendiri. Haha
Btw, gue kali ini pengen ngebahas Writer's Blocks alias WB.
Apaan tuh. bang?
Elu-elu yang suka nulis, pasti nggak asing sama WB. Berhubung gue juga author meski abal-abal, kali ini gue mau ngejelasin WB menurut pengertian gue.

Elu pernah nggak sih, lagi asik2 nulis, tiba-tiba PETTT! otak lu mendadak macet? Berjubelan plot, ide, dialog, dsb mendadak musnah dari peredarannya, eh, maksud gue dari pikiran lu. Serasa ada yang mencet tombol OFF di bagian 'Mikir' di otak lu.
Nah, itu dia WB. Alias kebuntuan penulis.

WB adalah virus nomer satu bagi penulis. Sampe sekarang gue nggak ngerti gimana ngatasinnya /plak/
Dan kalo udah terserang WB, terbengkalailah semua draft tulisan di PC /iya, nyesek. gue tau :'')/

Awal liburan ini, rencananya gue mau ngeramein event salah satu komunitas fanfiksi terbesar di Indonesia. Dan gue udah berharap bakalan ngisi entrinya banyak2. Kenapa? Karena event ini berkaitan sama fandom gue 8')

Tapi, eh, tapi, demi Poseidon, gue kena WB guys :'''(
Kalian tau nyeseknya? Senyesek kalo elu ditolak gebetan :'(
Gue bingung, di saar gue menggebu pengen nulis, WB malah nyerang! Gimana bisa kelar tuh event?? /nangis/

Udahlah guys, sesungguhnya postingan ini hanyalah baper semata.
Btw, gue punya akun ffn lho. Elu-elu yang doyan mantengin fanfik, boleh kok visit ke akun gueh :'') Yooo.. di @belindarimbi13
Kalo bisa RnR ya :') Biar gue yang masih nistah ini bisa jadi lebih baik :'')

Okey, bye <3

Kamis, 24 Desember 2015

Love is.. what?

Jadi, rasanya Cinta bukan lagi topik yang aneh di kalangan orang-orang, terutama kalian kan guys, ah.. remaja :'v
I mean, y'all pasti punya definisi tersendiri soal cinta. Dan karena aku adalah seorang kentang(?) yang  terobsesi sama mitologi yunani, aku gatahan untuk nggak ngambil salah satu referen dari buku favoriku : Percy Jackson and The Greek's God.
Here you come :'v


Nah, kebetulan, aku punya pendapat yang sama dengan yang ngenarasin buku itu. Ma baby honey, Percy Jackson. Aku juga berpendapat kalo cinta itu kek Aphrodite. I mean, literally dia itu nyebelin, tapi di satu sisi, kamu nggak bisa gitu aja ngehindar dari cinta.
Itulah yang aku rasain sekarang.
I spent like almost my ages looking for that Percy, and what I found is nothing. Aku nggak minta seseorang yang sempurna, aku cuma minta seseorang. Nah, simpel kan?
Nggak juga -_____-
Buktinya, Aphrodite nggak ngabulin. :'v Mendadak kesel lihat yang distabilo
Aku akuin kalo aku emang bukan tipe cewek pemberani yang mau ngungkapin perasaannya. Aku lebih ke tipe cewek yang pemalu, suka sembunyi di balik daon, nunggu orang nemuin dia, dan juga aku penakut. Bener kok, aku takut kalo ditolak, takut kalo persahabatan yang ada (seringnya jatuh cintrong sama sahabat sendiri sih) buyar.
Maybe, nggak ada keberanian, itulah masalahku.
Well.. keknya aku curhat deh. Udah ya. 
/disapparate/