IMPERFECT..
"Kecantikan itu relatif. Orang punya ukuran tersendiri. Dan akupun punya
ukuran tersendiri. Menurutku kau cantik, tak peduli apa yang orang lain atau
bahkan yang kau katakan."
"Bagaimana dengan baju ini?"
Aku mengepaskan sebuah gaun berwarna hijau toska. Will hanya tersenyum. Seperti biasa, senyumnya begitu memikat.
"Cantik."
Aku mendengus begitu mendengarnya. Itu adalah kalimat ke-7 yang ia ucapkan padaku sepanjang aku mengepas baju. Hampir-hampir aku menyimpulkan ia bosan menemaniku belanja, jika saja aku tidak melihat senyumnya setiap kali aku mematut-matutkan diri di depan kaca.
"Kau mengatakan hal itu pada semua baju yang kupilih." kataku sedikit menuduh. Will kembali tersenyum. Sepertinya ia tidak pernah kehabisan stok senyumannya.
"Kau selalu cantik di mataku, Erisca, apapun yang kau pakai."
Aku melengos. Kuambil gaun lain di gantungan terdekatku. Gaun itu berwarna kuning menyolok. Sangat norak.
"Ini?" Will menelengkan kepala. Astaga, dia tersenyum lagi. Kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu tenang.
"Cantik, Erisca."
Aku mengerutkan kening karena kesal. Kukembalikan gaun itu ke tempatnya sambil bergumam sendiri.
"Padahal aku benci warnanya."
Entah Will mendengarnya atau tidak.



